TESTOFANTASY

Image

“Kenapa kamu datang terlambat? Mana PR-nya? PR itu dikerjakan dirumah bukan disini! Coba kerjakan soal dipapan tulis ini! Apa artinya kata-kata dipapan tulis ini? Salahhh!!!! Kamu harus dihukum! Buka celana kamu!”.

Tanpa kalimat terakhir, kalimat-kalimat diatas hanya akan menjadi omelan seorang ibu guru kepada muridnya yang nakal, datang terlambat dan tidak buat PR. Lain cerita kalau ruang kelasnya seukuran satu kamar dengan dekorasi berupa rak buku, globe, sebuah meja kerja 2 buah kursi dan ibu guru mengenakan rok mini kotak-kotak dengan kemeja putih dibuka tiga kancing teratas, dipadupadankan dengan wajah ‘imut ‘, ‘jutek’, ‘menggoda’, berkacamata. Sayang, masa-masa di bangku sekolah bukan tempat favorit saya. Meja sekolah jauh lebih menyenangkan, lebih leluasa.
Ada tempat lain yang ‘sontak’ melambungkan fantasi, rumah sakit, kini giliran suster perawat menjadi obyek imaji yang kerap terlintas, bukan dokter. Mungkin oleh karena kostum dokter yang kurang ‘playful’ dibandingkan seragam suster yang khas. Putih, melekat erat, rambut tak diurai ditutupi topi mungil. Tampak sigap, jikalau sesuatu terjadi, semisalnya mesin ECG tiba2 menunjukkan flatline ia akan segera memberikan pertolongan. Saya tak keberatan dengan pernapasan buatan dari kedua bibir mungilnya. Dan ‘pasien’ pun selamat. Dan kini tergeletak, seolah dalam ketakberdayaan, diperiksa dalam kepasrahan. Sembari ‘menyentil-nyentil’ jarum suntik, memompa tensimeter, kini tanpa alasan menggunakan stetoskop hanya untuk mendengarkan nafas terenggal dan debar jantung yang sesekali berhenti, lantaran posisi memeriksa yang tidak lazim. Cowgirl Position.
Posisi tersebut tidak bisa dihadapi hanya dengan kepasrahan. Keadaannya memaksa saya untuk melawan. Tak ada jalan lain kecuali saya harus menjadi sheriff yang bisa menembak lebih cepat dari pada bayangannya, yang seharusnya menangkap ‘outlaw’ dan menegakkan hukum. Dan menaruhnya dibalik sel berjeruji besi. Jeruji yang mampu menahan penjahat, bahkan yang paling ditakuti sekalipun. Satu hal yang tak mungkin, tak ada satupun jeruji besi yang dapat menahan hasrat. Walaupun sang tahanan tak melawan. Ia hanya menatap tajam dari balik batang-batang jeruji. Tak melepaskan tatapannya sedikitpun kepada sheriff yang sedari tadi tak lengah menatap gerak-geriknya. Tanpa melepaskan tatapannya, ia pun menggerai rambut panjang yang tadi tergelung balik topi koboi yang dikenakannya, dan kali ini kedua bibirnya tampak membisikkan sesuatu. Tak lantang, namun jelas sekali ia mengucap satu kata, yang ternyata sebuah mantra yang juga diucapkan Hermione Grange, Ron Weasley dan Harry Potter (Baca : Harry Potter and The Deathly Hallows). Mantra yang sangat kuat yang menggerakkannya, “ERECTO!” Tak berdaya, sheriff pun berdiri tegak, terbang mendekat, melekat jeruji besi yang dijaganya. Tak menunjukkan rasa takutnya, sheriff yang terbang mendekat, membiarkan dirinya dikuasai mantra tahanannya. Hinga jarak yang tepat ia pun siap dengan mantra balasan (tentunya ia pun penggemar Harry Potter). Diucapkannya, “FELLATIO!”
Fantasi memberi anda jalan keluar bagi semua, hal-hal liar penuh nafsu yang selalu anda ingin lakukan. Fantasi sendiri adalah suatu situasi dibayangkan oleh seseorang walaupun dalam kenyataannya dia belum pernah mengalaminya dan tercipta karena didorong oleh keinginan tertentu yang melibatkan situasi yang tidak mungkin, tidak nyata, atau tidak dapat nyata. Dalam keadaan tertentu, fantasi dianggap sebagai mekanisme pertahanan. Seperti, seorang anak mungkin berfantasi untuk lari dari rumah sebagai pembalasan terhadap orang tuanya untuk menghukumnya.
Tuduhlah testosteron, jika anda tak ingin dicap sekedar ‘cabul’, karena ia sangat erat hubungannya dengan fantasi seksual anda. Saat kita terbelenggu stress yang tidak lagi sehat, kadar testosteron otomatis akan tertekan oleh hormon kortisol, terlebih jika jam tidur anda terganggu. Menurut penelitian Universitas North Carolina, kadar testosteron anda bisa turun sebanyak 40% ketika anda tidak cukup tidur, dan tidak ada hubungannya anda tidur dengan siapa atau dengan apa.
Dengan tidur yang cukup kadar testosteron anda menjadi 30% lebih tinggi di pagi hari daripada di malam hari dan ini adalah mengapa anda mungkin akan lebih ‘bertanduk’ dipagi hari. Dengan demikian, bisa jadi hilangnya ereksi pagi atau kehilangan hasrat seksual di pagi hari bisa menjadi tanda bahwa testosteron anda menurun sehingga anda perlu istirahat sempurna, tidur cukup 6 sampai 8 jam dimalam hari.
Sebelum anda berpikir untuk menggunakan suplemen untuk meningkatkan kadar testosteron, mungkin sedikit tips praktis untuk dilakukan, seperti rutin berolahraga, khususnya di pagi hari, mengurangi atau bahkan berhenti mengkonsumsi alkohol terutama bir (memang ada yang harus dikorbankan, bro), mengurangi kadar stress dengan meditasi atau Yoga, membatasi konsumsi daging dan unggas hingga sekali sampai dua kali seminggu, memberikan ruang yang lebih leluasa untuk Mr.P dengan mengganti underwear anda dari jockey shorts menjadi boxer type.
Testikel anda memerlukan 2 derajat lebih dingin dibandingkan suhu tubuh Anda untuk berfungsi lebih baik dan menghasilkan testosteron. Jika anda mengenakan celana ketat, underwear yang terlampau ketat, berendam air panas dalam jangka waktu yang cukup panjang atau melakukan sesuatu hal lain yang membuat testikel anda panas, anda dapat menghambat produksi testosterone. Dan, untuk mencegah overheating ‘bola-bola’ anda, jangan sesekali berpikir untuk mendinginkannya dengan kipas jepang atau kipas angin kecil, rasanya kurang enak dilihat, apalagi kalau anda menggunakan busway.
Selasa, 16 November 2010 22:11

~ Tulisan ini pernah dimuat dimajalah Cosmopilitan Men Edisi Januari 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s