Maria ozawa, JAV Idol Yang Santun

Image

Kala itu, rasa kantuk telah meraja di tengah gelapnya malam dan dinginnya udara Kota Kembang. Sayup-sayup terdengar erangan perempuan tak berdaya, bak seorang putri yang terdera oleh siksa pangeran kegelapan. Suaranya tertahan, berlirih, terengah dan tak berhenti. Nafasnya terburu desahan hampir tak bersuara. Dari balik pintu itu, terdengar suara lelaki paruh baya berkata-kata dalam Bahasa Jepang. Tak terdengar memaksa, hanya seperti mengarahkan keinginannya. Kembali terdengar erangan itu. Tertahan, berlirih, tak berhenti dan lebih ‘mengundang’. Tak harus ku mendobrak pintu itu, tak terkunci. Namun tak ada putri yang terpenjara dan didera, hanya empat orang pemuda ‘terbius’ menatapi layar PC 14’’ dengan volume active speaker sekedarnya. Tak ada yang bergeming, saat saya menginterupsi ruangan itu. Hanya seorang dari rekan kerja saya yang melambaikan tangan, disambung gerakan telunjuk menutupi bibirnya dan tangan kanannya menunjuk layar monitor. Tanpa menatap, menghentikan saya untuk berkomentar atau bertanya. Satu-satunya komentar yang terlontar adalah “kenapa harus di kotak-kotakin sih?” Walaupun terdengar kecewa, ia tetap melanjutkan menonton menikmati sensasi desah dan erangan itu. Tak lama, dari salah seorang diruangan itu, tersebutlah nama sosok nan membius kelima pemuda tersebut, Miyabi.

Sayapun terperanjat menatapnya. Wajahnya tak tampak seperti gadis binal, justru mengingatkan saya pada seorang adik kelas sewaktu masih duduk dibangku sekolah. Tatapan lugu dari mata coklatnya mengingatkan saya pada tokoh kartun puss in the boots di film animasi Shrek 2. Mengenyuhkan dan menyilapkan saya bahwa ia seorang JAV idol.
Tak ingin terlalu jauh ke hati, dari mata saya turun ke bibir. Walaupun bukan mengejar sebuah romantika, bibirnya berhasil membuat kissing scene yang efektif menaikan tensi darah. Sensualitas bibirnya pas, tak berlebihan. Ia tak banyak berkata-kata saat lawan mainnya memintanya untuk rubah posisi atau apapun yang disampaikannya dalam bahasa jepang, hanya menahan nafasnya yang terengah-engah diselingi sedikit senyum, seolah ia pasrah, menurut saja dengan apapun yang diminta lawan mainnya. Sekali lagi, ia membalas dengan senyum dan kembali terengah dan mendesah. Belakangan saya baru tahu bahwa film yang kami tonton tersebut bukanlah AV pertamanya, namun kecanggungannya tampak sangat meyakinkan kalau dia belum “berpengalaman”.
Tersenyum dan memandang kamera adalah sebuah rutin yang memunculkan constant cuteness sebagai daya tariknya. Tak ada yang pernah tahu apakah profil tentang dirinya yang beredar di jagat maya adalah yang sebenarnya, sebagaimana kebanyakan adalah rekayasa produser atau managernya. Tinggi badannya 162 cm. Kalau Kawai Mina tercatat sebagai JAV Idol terpendek (147 cm) dan Shiina Kazumi tercatat sebagai yang tertinggi (173 cm), maka ia 2 cm lebih tinggi dari rata-rata keduanya. Terukur pinggangnya 58 cm, pinggulnya 86 cm sedang lingkar dadanya 88 cm dan terkemas sempurna bilamana menggunakan cup E dengan tingkat kekenyalannya tampak natural, not too stiff not too limp, asli. Hadir dalam warna khas asia. Indah seperti salju Hokkaido, tempat kelahirannya. Tak sedikitpun ada goresan atau noda. (satu-satunya goresan yang terlihat hanyalah pada alis kanannya, akibat tindik alis yang gagal). Kontras dengan gerai rambutnya yang hitam.
Pose-posenya bak model-model ternama, namun sepertinya ia agak canggung melakoninya. Beberapa pose-pose erotis pembuka AV-nya terasa agak dipaksakan. Berjalan seperti di runway, tapi bukan sensualitas, malahan agak lucu. Kalau ada yang melatihnya, mungkin iya bisa ikut serta dalam peragaan adibusana. Terus terang, sering saya skip bilamana ia tampak salah kostum, seperti saat ia mengenakan bra oranye bermanik-manik. Mungkin sutradaranya tak terlalu memperhatikan hal ini, karena toh pada akhirnya dibuka juga. Dia tampak usaha sekali untuk melakukan gerakan erotis, namun hal itulah yang semakin memperkuat imaji bahwa cewek yang lahir 8 Januari 1986 ini lugu.
Kalau memang keterangan dirinya yang beredar bukan sekedar rekayasa, ia bisa bermain field hokey dan gitar. ia pun memulai karirnya disaat yang pas, 19 tahun (50% JAV Idol membintangi film pertama mereka di umur ini). Diawali dengan berpose untuk shirouto-teien.com (Juni 2005) Dan New Face – Number One Style adalah Hardcore AV pertamanya (7 Oktober 2005).
Bilamana anda berharap adegan spektakuler, jangan kecewa kalau tidak ada akrobat dalam aksi-aksinya, hanya sebatas missionary position, standing, crab, rabbit, doggy. Tak ada adegan fellatio yang membuat ‘ngilu’ dan ekspresinya tak berlebihan saat lawan mainnya melakukan cunnilingus.
Wajar bilamana ia dijuluki miyabi, Dalam bahasa jepang modern, kata itu diterjemahkan biasanya diterjemahkan elegan, kemurnian dan kesopansantunan. Maria Ozawa, porn star yang santun.

Rabu, 18 April 2007 19:36

~ Tulisan ini pernah di muat di majalah Cosmopolitanmen edisi Juli 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s