It’s (should be) Hard to be a Porn Star

ImageSudah tak terhitung sejak munculnya ‘amateur porn video’ / ‘homemade porn’ lokal pertama yang terexpose di tahun 2002, kini banyak sekali bermunculan porn star amatir “dadakan”(seperti nama sambal masakan sunda yang terkenal rasanya dapat membelalakan mata). Namun tak semua video ter-ekspose kepada khalayak. Video-video tertentu menjadi buruan khalayak akibat elemen skandal didalamnya, biasanya karena pemerannya adalah figur publik atau tokoh politik. Yang jelas saat terjadi skandal, yang paling ditunggu-tunggu adalah pendapat dari salah seorang yang pakar telematika, apakah itu asli atau cuma mirip, mirip asli atau asli mirip (yeahhh right!). Tak dapat dipungkiri, sekarang semua orang sangat mudah mengoperasikan alat rekam audio visual yang sudah ‘sepaket’ . Semisal, webcam dengan perangkat personal computer atau lebih mudah lagi dengan menggunakan telepon genggam yang hadir dalam kualitas rekam resolusi rendah hingga mendekati kamera professional, sehingga kapanpun, dimanapun, siapapun dapat sengaja ataupun tidak (sengaja?) dapat menjadikan si pemerannya sebagai bintang porno amatir a.k.a. amateur porn star. Sengaja ataupun tidak, melalui kegiatan unggah unduh (baca= file sharing) video-video tersebut bisa diakses oleh khalayak umum. Jelas-jelas secara teknis memang tak begitu sulit untuk menjadi bintang porno amatiran, namun industri pornografi yang telah berkembang lebih dari satu abad ini mempunyai standar, dimana dituntut profesionalisme sebagaimana industri hiburan pada umumnya.

Di pusat industri pornografi global, Amerika Serikat (dengan San Fernando Valley kawasan Los Angeles, California menjadi jantung industrinya) profesionalisme para pemeran dalam produksi film dewasa tersebut dihargai beraneka ragam. Mengutip penyataan Ron Jeremy, “Pemeran laki-laki pada umumnya menerima $300 sampai $400 per adegan, atau $100 hingga $200 bilamana ia orang baru. Seorang pemeran wanita dapat menghasilkan $100,000 hingga $250,000 tiap tahunnya, sedangkan gadis remaja bisa mendapatkan $100,000 – $250,000 dengan sangat mudah setiap tahunnya ditambah penghasilan lain dari ‘strip show’ atau penampilan lain. Sedangkan laki-laki pada umumnya hanya pada kisaran $40,000 setahunnya.” Ya, Kebanyakan artis laki-laki di industri pornografi dibayar jauh lebih sedikit dari rekan wanitanya. Ron Jeremy a.k.a. Ron Jeremy Hyatt lahir 12 Maret 1953, telah menggeluti karir sebagai bintang porno dari tahun 1978 dan masih eksis hingga saat ini membintangi film porno dan film layar lebar hingga saat ini. Ia menjadi tokoh yang luar biasa di dunia film pornografi, dengan penampilan laki-laki biasa pada umumnya.
Menurut Lisa S. Lawless, Ph.D., C.E.O., Holistic Wisdom Founder, dalam sebuah artikelnya “How To Become A Porn Star? How It Really Works & How To Get Involved”, Meskipun tinggal di California membantu, namun bukanlah pepatah lama real estate, Lokasi, Lokasi, Lokasi yang akan menjadikan anda sukses menjadi porn star. Namun yang lebih tepat adalah Endurance, Endurance, Endurance. Seorang aktor tidak dinilai dari seberapa tampan atau seberapa besar ‘miliknya’, tetapi untuk dapat sukses sebagai peran utama pria, seseorang harus menjadi ‘keras’ , tetap’keras’ dan mencapai orgasme sesuai dengan perintah (sang sutradara). Hal yang hanya dapat dicapai dengan disiplin memerlukan latihan, stamina. Perlu diketahui biasanya saat audisi setiap orang hanya mendapatkan satu kesempatan, jadi tidak ada alasan untuk demam panggung. Bayangkan seseorang harus mempertahankan ereksinya selama satu atau dua jam untuk sebuah adegan, dimana tiba-tiba pengambilan gambar dapat berhenti, hanya untuk mengganti set, ‘angle’ kamera , batre kamera dan sebagai aktor professional ia tidak bisa pura-pura ereksi atau pura-pura ejakulasi, ia pun harus bisa menahan sebelum sang sutradara bilang “Ya… Cuttt!!!” Then… Crottt…wkwkwkwkwk
Tentu saja sebagian besar orang-orang yang sepertinya ingin menjadi bintang porno cenderung laki-laki dan mereka cenderung ingin menjadi profesional yang dibayar tinggi. Perlu dicamkan, begitu besar tekanan pada seseorang di industri ini dan sulit untuk seorang laki-laki menghasilkan banyak uang dari bisnis pornografi. Kalau anda tidak ada di “A-List” atau berperan dalam gayporn. Sekali lagi, sebenarnya tidak banyak lowongan untuk pria yang ingin menjadi bintang porno profesional dan bahkan tidak banyak yang mencari aktor porno heteroseksual. Lebih menyedihkan lagi sering kali pemeran laki-laki dipandang sebagai property semata. Kalau anda seorang pengamat film porno, anda menyadari hanya ada beberapa orang dalam ” A-List ” pemain film dewasa dan mereka bisa digunakan berulang kali dalam berbagai cerita karena mereka dapat diandalkan, mengingat para porn makers tidak terlalu sering mengadakan casting. Hal yang dinilai untuk seorang laki-laki sewaktu di audisi diantaranya adalah ukuran penis, penampilan, otot, kemampuan berakting, dan kemampuan untuk mengendalikan ereksi secara instan, mempertahankannya, mengontrolnya dan mencapai orgasme sesuai arahan dan melakukannya secepat mungkin sehingga tidak membuang waktu tim produksi dan menghindari overtime sewa peralatan.
Wanita cenderung lebih mudah untuk mendapatkan peran, bahkan salah satu trik yang disarankan oleh Ron Jeremy agar pemeran pria bisa dapat peran saat audisi adalah ‘Datanglah bersama seorang gadis’ dan bisa jadi hal tersebut adalah satu-satunya cara. Sebagaimana hal tersebut diiyakan oleh para pendatang baru di era pornografi 2000an Shane Diesel saat ditanya pengalamannya saat audisi oleh AskMen.com, “Terlebih jika gadis itu kekasihmu sendiri, bilamana gadis itu adalah kekasihmu sendiri, akan lebih nyaman untuk bekerjasama dengannya, ditambah dia tahu tombol yang tepat menuju puncak dan membantumu utuk tetap dalam kondisi terbaik. Dan tampak luar biasa berada disebuah ruangan bersama menggandeng kekasih yang menggairahkan.” Sebagaimana saran Adam Glasser a.k.a. Seymore Butt “Setidaknya seorang laki-laki bila tidak memiliki kontak personal atau 15 inch rock hard cock, bila tidak jalan terbaik adalah mencari wanita yang juga berminat untuk masuk ke industri. Team up bersamanya dan sementara untuk keamanan dan kenyamanan tekankan pada produser dan sutradara, bahwa kalian hanya bekerja berdua, untuk audisi tersebut. Kalau sang produser atau sutradara tersebut tertarik maka langkah awal karirmu dimulai”.
Segalanya tampak lebih mudah untuk seorang wanita, hal yang diperhatikan adalah paras wajah, ukuran dan bentuk dada, tampilan vagina, body tone, bodyfat serta skin tone, dan tentunya hygyne bagian-bagian tertentu pubically groomed. Disamping itu, biasanya lebih diutamakan dengan rambut panjang dan nicely done nails. Secara umum ia memiliki kecantikan alami, dengan maupun tanpa make-up. Kemampuan acting tidak terlalu menjadi hambatan dibandingkan laki-laki, karena dengan pelumas sedikit saja, semua beres. Kalaupun ada bagian yang tidak alami adalah implant dada. Ukuran cup rata-rata untuk implant dada adalah cup D. Perlu diketahui , sebagian besar masalah yang dialami oleh pemilik implant dada yang berlebihan nantinya adalah back problems, sakit punggung. Bagi pemeran wanita, industri pornografi sangatlah menjanjikan, namun kebanyakan di usia 25 tahun berhenti menjalani karir ini dan biasanya mereka tidak memiliki income untuk hidup, dan ini menjadi masalah
Penampilan yang dilakukan pada film dewasa bukanlah “sex rumahan” ada level profesionalisme dan erotisme tertentu yang harus dilakukan untuk mendapatkan adegan terbaik yang efeknya bukan dinikmati oleh pemerannya, tapi justru dapat menstimulasi imaji penontonnya. Mengingat pekerjaan ini membutuhkan stamina dan ketahanan yang tinggi, dengan sendirinya dibutuhkan kondisi yang bugar. Tak perlu terlihat seperti bodybuilder, cukup untuk mendapatkan pose penampilan yang pas sesuai. Disarankan melakukan latihan squat bagi aktor secara rutin untuk mencapai level endurance yang dibutuhkan. Namun tak jarang dalam melakukan kegiatannya tersebut professional porn star terkadang didukung suplemen yang mendukung staminanya seperti misalnya yohimbe, vitamin E, amino acids, ginseng, L-arginine, and saw palmetto.
Dalam menjalani profesi ini, bukan melulu persoalan atribut fisik. It’s not just about having sex it’s about acting, having your body in good shape, being mentally ready. Sangatlah penting senantiasa menjadi pribadi yang open mind saat shooting. Sang aktor atau aktris akan melakukan banyak hal yang tak pernah terpikir akan dilakukan dalam keadaan normal dan bisa jadi cara melakukannya juga tidak biasa. Harus dapat memisahkan antara profesi dengan kehidupan sehari-hari. Jangan-jangan bisa tidak bergairah sebelum dengar teriakan “… Camera roll… ACTION!” atau lebih parah lagi, tak bisa melakukannya kalau tidak ditonton banyak orang.
Banyak hal yang harus dipertimbangkan saat memutuskan untuk menjadi seorang porn star, karena saat film ataupun gambar sang porn star tersebar luas, tidak ada ada yang bisa menghentikan atau bahkan menarik kembali peredarannya, terlebih lagi di era digital sekarang ini dimana penyebaran multimedia dapat terjadi dalam waktu yang relative sangat singkat. Semudah berbagi link yang terdiri dari satu baris. Pertimbangkan matang-matang, sebelum melakukannya, terutama kalau bercita-cita menjadi guru sekolah dasar.

——- fin —–

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s